NAMA : REFTIANI WULANDARI. W
NIM :
A1D118081
KELAS : R-003
LATIHAN KETERAMPILAN BARIS BERBARIS (LKBB)
1. Pengertian
Baris Berbaris
Suatu
wujud fisik yang diperlukan untuk menanamkan kebiasaan tata cara hidup suatu
organisasi masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya perwatakan tertentu.
2. Maksud
Dan Tujuan
Maksud dari LKBB dibagi dua yaitu :
1)
Maksud
Umum adalah suatu latihan awal membela negara dan dapat membedakan hak dan
kewajiban
2)
Maksud
Khusus adalah menanamkan rasa disiplin, mempertebal rasa semangat kebersamaan
Tujuan dari LKBB adalah :menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan
tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat
mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak
langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab. Menumbuhkan adalah mengarahkan
pertumbuhan tubuh yang diperlukan untuk tugas pokok tersebut sampai dengan
sempurna. Rasa persatuan adalah rasa senasib sepenanggungan serta adanya ikatan
batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Disiplin adalah
mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu yang hakikatnya
tidak lain dari pada keihklasan, penyisihan/menyisihkan pilihan hati sendiri.
3.
Pengertian Aba – aba
Suatu
perintah yang di berikan oleh seorang Komandan kepada pasukannya, untuk di
laksanakan secara serentak atau berturut-turut.
-
Macam aba-aba
1. Aba-aba petunjuk
Di gunakan bila perlu untuk
menegaskan maksud dari aba-aba peringatan / pelaksanaan.
2. Aba-aba peringatan
Inti perintah yang cukup jelas untuk
dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
3. Aba-aba pelaksanaan
Ketegasan
mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk / peringatan dengan serentak
atau berturut-turut.
-
Aba-aba pelaksanaan yang di pakai :
1. GERAK
Untuk
gerak-gerakan tanpa meninggalkan tempat menggunakan kaki atau anggota tubuh
lain baik dalam berhenti maupun berjalan.
2. JALAN
Untuk
gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Catatan
: Bila gerakan meninggalkan tempat itu tidak terbatas jaraknya, maka di dahului
dengan aba- aba peringatan ” maju ”.
3. MULAI
Untuk pelaksanaan perintah yang harus di kerjakan berturut-turut.
4. Gerakan
Perorangan Tanpa Senjata / Gerakan Dasar
-
Sikap Sempurna
Aba –aba : ” Siap – GERAK ”
1.
Badan
/ tubuh berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua kaki merupakan sudut 60o Lutut
lurus, paha rapat, berat badan di kedua kaki.
2.
Perut
di tari sedikit, dada di busungkan, pundak di tarik ke belakang dan tidak di
naikan.Lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari tangan
menggenggam tidak terpaksa, rapat di paha.
3.
Ibu
jari segaris dengan jahitan celana.
4.
Leher
lurus, dagu di tarik, mulut di tutup, gigi rapat, mata lurus ke depan, bernafas
wajar.
-
Istirahat
Aba-aba : ” Istirahat Ditempat –
GERAK ”
1.
Kaki
kiri di pindahkan kesamping kiri, sepanjang telapak kaki ( ± 30 cm ).
2. Kedua belah lengan dibawa ke
belakang di bawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri,
tangan kanan di kepalkan dengan di lepaskan, tangan kiri memegang pergelangan
tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk serta kedua lengangan di lemaskan.
Dapat bergerak.
-
Lencang Kanan / Kiri
1. Hanya dalam bentuk bersaf.
2. aba-aba : ” Lencang kana / kiri –
GERAK ”
3. Mengangkat tangan kanan / kiri ke
samping, jari-jari tangan kanan / kiri menggenggam, punggung tangan menghadap
ke atas.
4. Bersamaan dengan ini kepala di
palingkan ke kanan / kiri, kecuali penjuru kana / kiri.
5. Masing-masing meluruskan diri,
hingga dapat melihat dada orang di sebelah kanan / kiri-nya.
6. Jari-jari menyentuh bahu orang yang
di sebelah kanan / kirinya.
Catatan :
1. Bila bersaf tiga, saf tengah
belakang, kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan, ikut pula memalingkan
muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
2. Penjuru saf tengah dan belakang,
mengambil antara kedepan setelah lurus menurunkan tangan.
3. Pada aba-aba : ” Tegak GERAK ”,
semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka kembali ke depan
-
Setengah Lencang Kanan / Kiri
1. Aba-aba : ” Setengah Lengan Lencang
Kanan – GERAK ”
2. Seperti pelaksanaan lencang kanan,
tetapi tangan kanan / kiri di pinggang ( bertolak pinggang ) dengan siku
menyentuh lengan orang yang berdiri di sebelahnya.
3. Pergelangan tangan lurus, ibu jari
di sebelah belakang dan empat jari lainnya rapat satu sama lain di sebelah
depan.
4. Pada aba-aba ” Tegak Gerak ” =
Seperti pada aba-aba lencang kanan.
-
Lencang Depan
1. Hanya dalam bentuk banjar.
2. Aba-aba : ” Lencang Depan – GERAK ”
3. Penjuru tetap sikap sempurna.
4. Nomor dua dan seterusnya meluruskan
ke depan dengan mengangkat tangan ke depan.
5. Lengan kanan lurus, tangan
menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas, mengambil jarak atau satu
lengan dan di tambah dua kepal.
6. Pada aba-aba ”Tegak Gerak ”, semua
dengan serentak menurunkan tangan kembali ke sikap sempurna.
-
Berhitung
Aba-aba : ”Hitung – MULAI ”
1. Jika bersaf,penjuru tetap melihat ke
depan, saf depan memalingkan muka ke kanan.
2. Pada aba-aba pelaksanaan,
berturut-turut mulai dari penjuru menyebut nomor, sambil memalingkan muka ke
depan.
3. Jika berbanjar, semua dalam keadaan
sikap sempurna.
4. Pada aba-aba pelaksanaan, mulai
penjuru kanan depan berturut-turut ke belakang Penyebutan nomor di ucapkan
penuh.
-
Perubahan Arah
1.
Hadap
kanan / kiri
·
Aba-aba
: ” Hadap kanan / kiri – GERAK ”
·
Kaki
kanan / kiri melintang di depan kaki kanan / kiri, lekuk kaki kanan / kiri
berada di ujung kaki kanan / kiri, berat badan berpindah ke kaki kanan / kiri.
·
Tumit
kaki kanan / kiri dengan badan di putar ke kanan 90o.
·
Kaki
kanan / kiri di rapatkan kembali seperti sikap sempurna
2.
Hadap
serong kanan / kiri
·
Aba-aba
: ” Hadap serong kanan / kiri – GERAK ”.
·
Kaki
kanan / kiri di ajukan ke depan, sejajar dengan kaki kanan / kiri
·
Berputar
arah 45o ke kanan / kiri.
·
Kaki
kanan / kiri di rapatkan kembali ke kaki kanan / kiri.
3.
Balik
kanan
·
Aba-aba
: ” Balik kanan – GERAK ”
·
Kaki
kiri di ajukan melintang ( lebih dalam dari hadap kanan ) di depan kaki kanan.
·
Tumit
kaki kanan beserta badan di putar ke kanan 180o.
·
Kaki
kiri di rapatkan pada kaki kanan.
4.
Membuka
/ Menutup Barisan
Buka barisan
·
Aba
–aba : ” Buka Barisan – JALAN ”
·
Regu
kanan dan kiri, masing-masing kembali membuat satu langkah ke samping kanan /
kiri, sedangkan regu tengah tetap.
5.
Bubar
·
Aba-aba
: ” Bubar jalan ”
·
Memalingkan
muka ke arah komandan dan memberi hormat ( sesuai PPM )
·
Setelah
di balas, kembali bersikap sempurna, balik kanan,menghitung dua hitungan dalam
hati,
·
mengayuhkan
kaki kiri ke depan dengan hentakan bersamaan dengan itu lengan kanan di ayun
setinggi pundak kemudian bubar.
·
6.
Berhimpun
·
Aba-aba
: ” Berkumpul – MULAI ”
·
Semua
anggota datang di depan Komandan dengan berdiri bebas,dengan jarak tiga langkah
Bentuk mengikat, jumlah saf tidak mengikat.
7. Berkumpul
a. Berkumpul bersaf
·
Aba-aba
: ” Bersaf kumpul – MULAI ”
·
Pelatih
menunjuk seorang anggota sebagai penjuru,untuk berdiri kurang lebih 4 langkah
di depannya.
·
Anggota
lainnya berdiri di samping kiri penjuru dan berturut-turut meluruskan diri (
lencang kanan )
·
Penjuru
melihat ke kiri, setelah lurus, memberi isyarat dengan perkataan ” Lurus ”
·
Pada
isyarat ini semua anggota menurunkan tangan dan kembali bersikap sempurna
·
Bila
bersenjata, sebelum meluruskan, letakan senjata di pundak kiri terlebih dahulu.
b. Berkumpul Berbanjar
·
Aba-
aba : ” Berbanjar kumpul MULAI ”
·
Pelatih
menunjuk seorang anggota sebagai penjuru, untuk berdiri kurang lebih 4 langkah
di depannya.
·
Anggota
lainya berdiri di belakang penjuru dan berturut-turut meluruskan diri.
·
Anggota
yang paling belakang, melihat ke depan setelah lurus memberi isyarat dengan
perkataan ” Lurus ”
·
Pada
isyarat ini semua anggota menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
·
Bila
bersenjata sebelum meluruskan, letakan senjata di pundak kiri terlebih dahulu
8. Meninggalkan Barisan
a. Bila pelatih memberikan perintah
kepada anggota dalam barisan
·
Terlebih
dahulu anggota tersebut di panggil keluar dari barisan
·
Perintah
di berikan bila anggota telah berdiri dalam sikap sempurna.
·
Yang
menerima perintah harus mengulangi perintah tersebut.
b.
Bila
anggota yang akan minta izin
- Mengambil sikap sempurna dahulu
- Mengangkat
tangan kanannya ke atas ( tangan di buka jari-jari dirapatkan )
- Menyampaikan
maksudnya.
- Setelah
mendapat izin, ia keluar dari barisan ta
- npa
menunggu anggota lainnya.
- Panjang,
Tempo Dan Macam Langkah
-
Langkah
dapat di bedakan sbb :
·
Langkah
biasa 70 cm 96 menit
·
Langkah
tegap 70 cm 96 menit
·
Langkah
perlahan 40 cm 30 menit
·
Langkah
ke samping 40 cm 70 menit
·
Langkah
ke belakang 40 cm 70 menit
·
Langkah
ke depan 60 cm 70 menit
·
Langkah
di waktu lari 80 cm 165 menit
·
Panjang
langkah di ukur dari tumit ke tumit
9.
Maju
Jalan
·
Dari
sikap sempurna
·
Aba-aba
: ” Maju Jalan ”
·
Kaki
kiri di ayun ke depan, lutut lurus telapak kaki diangkat sejajar dengan tanah
setinggi 15 cm kemudian di hentakan ke tanah dengan jarak setengah langkah,
selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
·
Langkah
pertama di lakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90o lengan kiri
30o
·
Langkah-langkah
selanjutnya lengan atas dan bawah di lenggangkan ke depan 45o dan ke belakang
300
·
Dilarang
keras berbicara, melihat ke kanan / kiri.
10. Langkah biasa
a. Pada waktu berjalan kepala dan badan
seperti sikap sempurna.
b. Waktu mengayunkan kaki ke depan,
lutut di bengkokan sedikit ( kaki tidak di seret ).
c. Di letakan sesuai dengan jarak yang
di tentukan.
d. Langkah kaki seperti jalan biasa.
e. Pertama tumit di letakan di tanah
selanjutnya seluruh kaki.
f. Lengan berlenggang wajar, lurus ke
depan dan belakang.
g. Jari-jari tangan menggenggam dengan
tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.
11. Langkah tegap
a. Dari sikap sempurna
b. . Aba-aba : ” Langkah Tegap Maju
JALAN ”
c. Mulai berjalan dengan kaki kiri setengah
langkah,selanjutnya seperti jalan biasa dengan cara kaki di hentakan terus
menerus.
d. Telapak kaki rapat / sejajar dengan
tanah, lutut lurus, kaki tidak boleh dianggat tinggi.
e. Bersamaan dengan langkah pertama,
genggaman tangan di buka, hingga jari-jari lurus dan rapat.
f. Lenggang tangan ke depan 900, ke
belakang 300.

Komentar
Posting Komentar